Resensi Kumpulan Cerpen Hotel Tua Karya Budi Darma


Dengan begitu bahagia saya sampaikan, I’m back. Setelah setahun penuh pada 2017, tidak ada sama sekali menelurkan postingan di blog, akhirnya sekarang ada kesempatan lagi untuk bagi-bagi cerita. Yup, selama hampir 2 tahun ini, saya mengembara ke daerah dengan kategori desa sangat terpencil. Tapi, semua itu jadi membuat saya sadar untuk menemukan jati diri blog ini. Ke depan, akan lebih fokus untuk bercerita tentang buku dan hal-hal di sekitarnya. Yipiiiii…..


Ada beberapa buku menarik yang saya selesai baca belakangan ini. Gak pandang genre sekarang, lebih tergantung pada mood. Kalau sedang memerlukan bacaan yang menyegarkan pikiran, saya malah akan memilih jenis komik dari Lucky Luck, Donal Duck, sampai Wimpy Kids. Membaca mereka akan membuat sebuah nostalgia yang manis. Selain itu, jika load pikiran hampir tumpeh-tumpeh, saya juga sering memilih membaca kumpulan cerpen. Ya alasannya, jika hanya membaca 1 cerpen saja, tentu tidak akan ada masalah jika  membaca cerpen berikutnya dalam waktu yang lama lagi.

Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Dari beberapa kumcer, karya Budi Darma lah yang paling lama saya baca. Padahal, buku ini tidak begitu tebal hanya 232 halaman dengan dimensi kertas 13X19 cm. Tidak dibaca runtun, terkadang saya meninggalkan cerpen yang sudah setengah saya baca, tentunya dengan berbagai alasan. Tapi, lebih sering saya kembali lagi membaca 1 cerpen berkali-kali. Disesuaikanlah dengan tingkat nalar. Maklum, biasanya cerpen yang ditulis Budi Darma kaya akan nilai-nilai filsafat. Nah, cerpen-cerpen ini umumnya sudah pernah diterbitkan di media masa tingkat nasional.

Ada 19 cerpen di dalam buku yang diberi judul “Hotel Tua.” Yahhh….saya tertarik karena judulnya dan memang disamakan dengan sebuah cerpen. Di dalam hotel tua, dipaparkan sebuah dunia absurd tempat orang-orang biasa singgah. Tidak ada deskripsi penuh basa-basi, panjang-lebar, dari Budi Darma. Saya rasakan kelugasan dan kesederhanaan, tapi lagi-lagi mengandung pesan yang begitu kaya.     

Nah, penasaran dengan cerpen-cerpen yang lain, silakan beli bukunya^^

No comments:

Post a Comment

Resensi Fortunately The Milk Karya Neil Gaiman

Buku cerita anak yang saya baca ini merupakan terbitan Gramedia pada tahun 2014. Karya Neil Gaiman yang diterbitkan pertama kali pada tahun ...