Thursday, November 4, 2010

Buku Harian Pembelajaran: Sebuah Kritik

Judul Cerpen : Nasehat Untuk Anakku
Pengarang : Motinggo Busye


Sarana pembelajaran tidaklah harus selalu merupakan buku-buku teks yang tebal dan kaku. Hal inilah yang ingin disampaikan oleh Motinggo Busye lewat cerpen Nasehat Untuk Anakku. Cerpen tersebut mengambarkan upaya seorang ayah memberikan nasihat pada anaknya lewat kutipan buku harian yang dimilikinya. Cara seorang ayah yang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda dengan sang anak untuk membagi berbagai pengalaman hidupnya.
Latar yang berbeda tersebut dideskripsikan pengarang dengan baik sebagai pengantar cerita. Latar waktu saat Indonesia berada di era awal kemerdekaannya begitu kental mendominani suasana cerita. Pengambaran tentang begitu minimnya keadaan pembangunan, perkembangan politik, dan perekonomian Indonesia, seperti keadaan transportasi darat yang begitu sulit dan Irian Barat yang belum terintegrasi dengan NKRI.