Thursday, April 3, 2014

Cerbung (tamat): Akhir Dibukan Akhir (8)

Jugun Ianfu .....” Marlena menjadi pucat mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut tentara jepang yang masuk belakangan.
Sumber gambar: lagumu.com

            “Marlena, lari....” ujar Lukman dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Tentara Jepang yang berada paling dekat dengan Lena menurunkan senjatanya. Ia menampar Lena berkali-kali, dan tanpa ampun setelah Lena terperosok ke tanah, bahkan cairan merah mulai menetes dari bibir pucat Lena. Ia menyambak dan menyeretnya ke arah luar. Perlawanan yang diberikan Lena sungguh tak ada artinya bagi tentara yang terus tertawa seperti setan itu, Lena menggelepar, menggeraskan badan, dan terus berteriak.