Tuesday, February 25, 2014

Need Focus; Business Plan the Answering (1)

Penyakit saya yang paling kronis adalah susah sekali untuk fokus. Setiap ada teman yang berbagi cerita atau mengajak mengarap sesuatu, saya langsung saja setuju. Semuanya ingin saya garap. Semuanya ingin bisa sukses. Tapi negatifnya, energi saya jadi begitu terkuras. Kelelahan fisik dan jiwa sudah jadi hal yang pasti. Ditambah lagi depresi karena hal yang ditanggani biasanya tak sesuai target, tak menghasilkan sesuatu. Arggghhh!!!! Terkadang juga, kebosanan sering turut datang menyebabkan beberapa hal tak digarap maksimal. Saya cuma panas diawalnya saja, kemudian akan dingin dengan begitu drastis.

Niatan awal untuk kembali menekuni wirausaha dengan sistem profesional mengantar saya untuk mengikuti sebuah lokakarya kewirausahaan. Lokakarya nasional di tanggal 1 Desember kemaren dengan tema Riset dan Pengembangan dalam bingkai Pekan Produk Kreatif Indonesia di Jakarta. Ada banyak ilmu yang saya dapat untuk kemajuan suatu usaha. Khususnya skema business plan yang simple.

Sumber: http://tekno.kompas.com

Saya sangat terbantu dengan bagian penyaringan ide dengan sistem angka. Sebagai pemula biasanya kita akan kurang fokus memilih bentuk bisnis yang akan dijalankan. Adakalanya, kita hanya melibatkan perasaan, lupa bahwa sebuah bisnis juga perlu riset  yang matang.

Monday, February 24, 2014

PSP3 Kemenpora; Another Days To Tell

Ada sebuah perpaduan antara jenuh dan lelah ketika diminta untuk mendeskripsikan program yang saya ikuti ini. Jadi, akan jadi solusi luar biasa kalau ada satu link yang langsung bisa dirujuk. Upaya untuk menjelaskan itu juga susah-susah gampang. Antara buku pedoman dan keadaan lapangan biasanya jauh berbeda. 
Tapi, saya mulai saja untuk mundur pada kejadian beberapa hari yang lalu. CLINGGGGG!!!! Hehehe… ^^v
Sumber: http://www.reusableart.com/v/buildings/cottages/

Matahari sudah mulai naik, ketika tiap harinya saya Alhamdulillah selalu bisa mensyukuri keadaan. Udara yang alami, warga yang baik, walaupun pemondokan saya begitu sederhana. Semua terbuat dari bambu, ada semilir angin yang menyusup dari lantai bambu yang ditutupi tikar, ada secercah sinar matahari yang juga turut menyapa dari sela-sela anyaman dinding bambu. Hari itu, saya baru pulang setelah beberapa hari beraktivitas di luar. Selain untuk beristirahat, saya ingin memanfaatkan untuk beres-beres saja. Maka inilah saya, duduk di antara tumpukan pakaian dengan tangan mengepal setrika.

Saturday, February 22, 2014

Flashfiction: YTH. BELIAU

 Suatu hal yang terjadi, seaneh apapun itu, seganjil apapun itu, terjadi tanpa suatu kesengajaan. Ada campur tangan Sang Maha Pencipta. Termasuk bermalamnya seorang pejabat struktural pusat di kediaman kami yang sederhana. Begitu ganjil sebenarnya. Kendaraan dinas rombongan katanya mengalami masalah. Alternatif penginapan juga sebenarnya begitu banyak. Aku masih begitu binggung. Beliau juga tidak terlalu mengenal saya. Saya juga tidak pernah merasa memberikan bantuan atau bekerja untuk beliau. Kami hanya bertemu sekali dalam rapat resmi. Saya memang pernah melakukan presentasi di depan beliau, itupun hanya beberapa menit berselang, sebelum Beliau menjabat di posisinya sekarang.
sumber gambar: http://www.reusableart.com

Namun, yang tidak ku suka adalah keikutsertaan 2 orang yang terkenal punya catatan tak baik dalam mengemban amanah. Seorang itu adalah anggota DPR RI yang kembali mencalonkan diri. Terkenal karena perilakunya yang rakus dan gemar berfoya-foya. Seorang lagi adalah kepala daerah yang sempat bersitengang dengan saya ketika masa tugasku di daerahnya. Punya sejarah hidup yang kelam, datang dari kalangan mafia kelas bawah, entah keberuntungan apa yang menyertainya sehingga bisa turut bermain di kalangan atas. Namun, perilakunya tetap setengik cucunguk.

Thursday, February 20, 2014

Blogger is Me, Blog itu...

Akhirnya ngeblog lagi... Rasanya sudah cukup lama banget tidak kembali menulis di blog ini. Setelah tahun kemaren saya cukup rutin menulis, rajin untuk ukuran saya. Tulisan-tulisan yang diposting sebulan 1 kali ternyata tidak cukup rajin di mata para senior blogger. Okelah kalau begitu dengan semangat yang baru ini, kira-kira seberapa konsisten saya dapat rutin menulis. Kita lihat waktu yang menjawab.

Blog bagi saya memang bukan sesuatu yang baru.Saya harus berterima kasih kepada beberapa yang menginspirasi. Semua bermulai di tahun 2007, dari keikutsertaan dalam komunitas penulis yang awalnya berbasis di kampus. Ada seorang kakak, saya sembunyikan saja namanya karena belum dapat izin, semangat akan mengarap skripsi dengan basis kemampuan menulis anak dari blog. Saya mulai tertarik dengan konsep blog, asik kita bisa menulis semua hal tanpa editor yang galak. Lalu dari komunitas yang sama, saya kenal lagi seorang kakak yang terlibat kepanitian seminar nasional tentang blog (lagi2 nama disembunyikan karen belum dapat izin). Dari hobi lama mengoleksi sertifikat, akhirnya saya datang.