Saturday, September 28, 2013

Paloh is Indonesia: Turtel Sea Conservation (3)


Yang dinanti-nanti akhirnya kesampaian juga. Padatnya agenda sebagai volunter jadi penyebab kehilangan moment buat ikut pelepasan anak tukik. Jadi, jangan sampai untuk melihat emak penyu bertelur juga tidak kesampaian. Nah kalau jadi wisatawan paket yang ditawarkan paling murah dengan biaya 500ribu, tapi dengan modal cekak yang hanya nekat dan tenaga akhirnya sampai juga.



Untuk sampai ke pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia ternyata menuntut pengorbanan lainnya. Dari camp1 di Desa Sebubus harus menempuh perjalanan lebih kurang 100 km.Jalan yang hancur mengurunkan niat saya untuk mengendarai Yoko. Terlalu sayang dengan bebek besi yang setia itu ceritanya. Lagipula jalur yang ditempuh adalah pasir *nah loh2, sudah ciut dulu nyali dibuatnya.
Dengan perjuangan muka tembok, akhirnya sukses juga menumpang truk yang isinya para kontestan duta penyu, awak media, dan panitia inti. Perjalanan yang penuh gegap gempita itu diskip saja lah, sobat kembangkan saja sendiri dengan imajinasi pribadi *hehehe. Saya tidak sabar bercerita tentang pantainya yang ciamik luar biasa. Ini mimpi sejak lama yang diwujudkan.