Thursday, April 18, 2013

Balada Ne’ Lopo

Pemuda itu berlari ke sana ke mari
Ia menggigil ketakutan
Ampun...ampun! teriaknya mengelak
Gigilnya semakin hebat saat amukan memuncak
“Maaf!” teriakknya dalam rintihan
Nyalinya sudah begitu ciut
Tatapan garang dan sinis tak henti terhujam padanya
Bahkan saat emas dan perak terus mengalir
Lopo benar-benar bingung
Kerutan terus bertambah di dahinya
Orang tuanya kian menangis

Monday, April 8, 2013

Jakarta


                                               
       
                 


Sory, kalau harus ku katakan...
ini kata hati, jadi tak dapat diingkari
Walaupun ada euforia tapi ledakannya
      berubah menjadi alienasi luar biasa...

Sunday, April 7, 2013

Gunung Wangkang

Liukan air yang mengekor indah sebenarnya adakalanya menakutkan. Seolah-olah, seperti seekor ular besar yang mengikuti motor air yang kami tumpangi. Tapi, ekosistem di tepian Sungai Kapuas mampu menghilangkan rasa takut itu. Terkadang di antara adik-adik atau bahkan saya sendiri ada kalanya berteriak antusias melihat monyet-monyet kecil atau tumbuhan yang begitu unik.