Saturday, October 29, 2011

Kata Sambutan

Pada keadaan seperti apapun, anak-anak akan selalu berhasil memanipulasinya menjadi suatu kesenangan. Kesenangan yang mereka kelola lewat imajinasi bawah sadar untuk selalu dimanfaatkan ke dalam bentuk-bentuk permainan. Maka, tidaklah mengherankan adakalanya kita menjumpai anak-anak yang selalu riang gembira dalam permainannya di saat situasi formal sekalipun. Keadaan psikologi yang mereka miliki tentu menyebabkan riuh rendah obrolan dimana-mana. Walau para guru atau orang dewasa paling berkuasa pun telah memelototi anak di titik-titik paling strategis, bakalan tak ada kesunyian dari anak.
Pada situasi kompleks seperti ini, patutnya pembicara dituntut mampu memilah pembicaraan. Dikarenakan sebagus apapun kualitas isi pembicaraan, pengeras suara, pembicara yang berkoar di depan layaknya ikan yang dibawa ke darat. Apalagi apabila terdapat keadaan pendengar yang majemuk. Nah, inilah yang terjadi saat ini. Saya berada di antara para pendengar yang terdiri dari para guru, para orang tua siswa, dan sebagian besar anak-anak usia sekolah dasar. Peminimalan materi kata sambutan tentu diperlukan agar tidak berujung pada kekisruhan yang kian membesar. Kesadaran dan pengendalian diri juga turut diperlukan dalam menghadapi situasi ini. Peminimalan pembicaraan tidaklah pengurangan esensi pembicaraan namun dilakukan pemadatan pembicaraan,
Kata sambutan dan jenis-jenis berbicara di depan publik lainnya bisa menjadi suatu momok yang mengerikan. Berbicara di depan publik memiliki karakter unik di antara keterampilan berbahasa lainnya. Sifatnya yang langsung berinteraksi dengan pendengar membuat si pembicara harus peka.
Ada banyak aspek yang mendukung kesuksesannya. Di antara faktor pendukung yang menjadi kekhususan keterampilan berbicara adalah pendengar. Pembicara haruslah dapat menyetarakan pembicaraannya dengan latar belakang pendengar. Jika pembicara tidak mampu maka terjadilah kekacauan dengan aneka bentuk akan terjadi. Solusinya pembicara diharapkan dapat melepaskan egonya dan rendah hati menyamakan persepsi sesuai pendengar.
Semoga saja saya dapat selalu mempraktikan hal ini. (:

Monday, October 24, 2011

sting and the police


"Every Breath You Take"

Every breath you take
Every move you make
Every bond you break
Every step you take
I'll be watching you

Every single day
Every word you say
Every game you play
Every night you stay
I'll be watching you

O can't you see
You belong to me
How my poor heart aches with every step you take

Every move you make
Every vow you break
Every smile you fake
Every claim you stake
I'll be watching you

Since you've gone I been lost without a trace
I dream at night I can only see your face
I look around but it's you I can't replace
I feel so cold and I long for your embrace
I keep crying baby, baby please

Every move you make
Every vow you break
Every smile you fake
Every claim you stake
I'll be watching you


bagi yang tahu lirik ini bukan dari band pendatang baru, keberadaannya sudah cukup malang melintang di industri muasik. lirik nya kuat, tapi apa masih cocok dengan kondisi jaman sekarang ini. pesan moral ya.... beware of stalkers

Wednesday, October 12, 2011

Mort dan Perempuan Penyihir

Berawal dari pertanyaan yang terus saja diulang oleh seorang anak kecil. "Kak... Mort sekarang gmne?" "Kak... skarang Mort bise ape?" Ada rasa kesal sebenarnya karena sang adik yg sekarang bgtu jrang djumpai malah menanykan hal-hal seperti itu pada saya. sekilas info, bahwa Mort mnjdi di antara kegemaran kami berdua. Mort, seekor anak kucing belang tiga yang belum genap setahun. Hebatnya lagi, sya bisa menjamin bahwa Mort murni keturunan kucing garong (kawan2 yg sudah pernah ke rmh pasti tau kelakuannya). rubrik ini didedikasikan untuk Rama dan Mort.

Mort kecil sempat berganti-ganti nama, bahkan karena kucing itu selalu mengikuti saya, saya namai jg seperti adik bungsu yang selalu juga mengikuti saya dirumah, Rama. tapi, nama itu tak bertahan lama karena Si Emak protes anaknya seperti disamakan dengan kucing. akhirnya, nampak pula karakter si kucing selain mengikuti saya. Mort begitu agresif untuk mengejar dan berusaha menangkap aneka objek. terlebih fanatiknya menangkap kaki. gerak indahnya, layaknya terbang beberapa detik di udara setelah bertumpu pada dua kaki belakangnya. jika berhasil, ia akan menempel di rok saya dengan menancapkan cakarnya. berdasarkan hal itu, saya dan rama jadi sepakat untuk menamainya Mort. Ya... tentu nama tak asing untuk pengejar kaki, tak asing juga kan untuk pengemar Penguin The Madagascar.
kadang kala mort juga berperilaku tak wajar. tingkahnya itulah yang membuat saya menghubung-hubungkannya dengan cerita rakyat yang saya baca di buku teks sastra. lengkapnya namun singkat cerita itu seperti ini.
perempuan sihir yang tinggal di negeri antah berantah berlayar untuk mencari daerah baru yang lebih makmur. ia berlayar bersama seekor kucing belang 3 dan kekasih hati yang telah dibelinya. namun, dalam malam-malam pelayaran mereka, perempuan dengan diam-diam menusukkan peniti ke jari pemuda hingga mengucurkan darah. darah yang menetes akan diberikan pada kucing. begitu terus berlangsung, hingga akhirnya mereka menemukan tujuannya. namun sayangnya, pemuda sudah tak dapat lagi bangun. maka, perempuan dan kucing berjalan bersama ke daratan baru. kucing yang telah berubah menjadi seekor macam kumbang...

Sunday, October 9, 2011

Ungu Itu Indah



Entah, siapa yang awalnya mengatakan bahwa ungu adalah warna seorang janda. Yang lain juga tanpa meresapi dan mengonfirmasi informasi tersebut terus membudayakan anggapan tsb. Saya jadi begitu penasaran dan berpikir bahwa hal tersebut tidaklah masuk akal. Berkali-kali saya akan terlibat dengan perdebatan sengit hanya karena pandangan itu. Seolah-olah ada budidaya paradigma simpang siur yang radikal dan skeptis.


Asumsi saya tsb semakin menjadi-jadi terutama setelah terdaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tentu saja, dikarenakan warna dasar himpunan kami adalah ungu. Logisnya, ungu adalah warna alami yang dapat kita lihat di langit. Kenampakkannya memang tidak terlalu lama, seperti warna biru atau jingga atau hitam. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dengan konsentrasi tinggi untuk dapat menikmatinya. Apalagi, bagi kita yang tinggal di daerah perkotaan yang di kelilingi gedung-gedung tinggi tentunya semakin kecil untuk dapat melihat fenomena alam yang indah itu. Untuk membuktikan informasi yang saya sampaikan terlampir foto (tanpa editan sedikit pun) yang menunjukkan bahwa nuansa ungu di langit memang bukan rekayasa.

Saya juga masih ingat, menurut kebiasaan makna warna ungu di lambang Himbasi selalu menjadi pertanyaan favorit. Makna warna itu tentunya dapat dikaitkan dengan waktu kemunculanya di alam. Nuansa ungu akan muncul tak lama sebelum terbit dan setelah terbenamnya matahari. Jadi, peristiwa yang hanya beberapa saat tersebut terjadi beberapa saat sebelum dan setelah rona jingga di langit. Makna dari ungu langit (dalam versi Himbasi ne ya.....tolong dikoreksi jika keliru ^_^V) adalah kesiapan dalam memulai hari dan ketenangan di akhir hari. Sungguh makna yang indah kan, jadi mulai sekarang banggalah apabila kita mengenakan dan menyukai ungu, warna elegan.